Bagaimana Kalau Pihak yang Jual Rumah di Medan Tak Sertakan AJB?

Tahukah Anda bahwa proses pembuatan AJB sudah diatur dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Akta ini akan jadi bukti adanya proses jual-beli. Pembuatannya dilakukan setelah pembelian dinyatakan lunas. Lalu bagaimana kalau yang jual rumah di Medan tidak menyertakan AJB saat transaksi lunas? Maka Anda pun perlu menyiapkan hal-hal berikut ini.

Rumah Dijual Di Medan

Komunikasikan dengan Pihak Penjual

Sebetulnya tanpa AJB, asalkan ada SHM itu sudah cukup. Hanya saja, biar Anda semakin yakin dan tidak muncul lagi ketakutan, pembuatan AJB harus tetap dilakukan. Tujuannya untuk meminimalisir kemungkinan buruk yang terjadi di masa depan. Kalau ada. Jadi Anda tidak meragukan lagi legalitas luas tanah dan bangunan yang dibeli.

 

Hal-Hal yang Perlu Dipersiapkan oleh Penjual dan Pembeli

Secara garis terang, AJB merupakan urusan kedua belah pihak. Berbeda dengan SHM yang murni jadi urusan atas nama tanah. Jadi kedua belah pihak, baik penjual maupun pembeli harus menyiapkan dokumen penting sebagai syarat pembuatannya. Khusus untuk pihak penjual, maka harus menyiapkan fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, dan sertifikasi hak atas tanah yang akan dijual.

 

Adapun sertifikatnya meliputi HGB, SHM, dan SHGU kalau ada. Sedangkan untuk pembeli, cukup siapkan fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, dan NPWP (kalau ada). Kedua belah pihak harus menunjukkan masing-masing dokumen tersebut sebagai lisensi sebelum pembuatan akta. Jadi masing-masing harus tahu.

 

Persiapan Pembuatan AJB di Kantor PPAT

Pada awal-awal pembuatan AJB, pihak PPAT akan melakukan pemeriksaan tentang keaslian sertifikat dari yang jual rumah di Medan. Proses pemeriksaan tersebut harus dilakukan di Kantor Pertanahan sesuai prosedur yang berlaku. Besaran pajak yang harus dibayarkan harus meliputi BPHTB. Rumusnya begini: (NJOP – NTKP) x 5%.

 

NJOP merupakan kependekan dari Nilai Jual Objek Pajak. Besarannya setara dengan harga rata-rata yang didapatkan dari transaksi jual-beli. Besaran pajak tersebut wajib dibayarkan oleh pihak penjual. Bisa lewat bank maupun kantor pos. Kalau pajak ini belum lunas, maka AJB tidak bisa diproses lebih lanjut. Biaya ini murni di luar tanggung jawab Anda.

 

Biasanya pengurusan PPh dan BPHTB dibantu oleh rekan-rekan dari PPAT Medan. Khusus untuk sertifikasi yang ada jangka waktunya, maka perlu dicek ulang dengan teliti dan cermat. Baik Anda atau pihak penjual. Soalnya hanya SHM yang tidak punya jangka waktu. Sedangkan untuk HGB dan HGU punya. Jangan sampai keduanya jatuh tempo.

 

Untuk mengecek apakah sudah jatuh tempo atau belum, kedua belah pihak harus izin pada pemegang Hak Pengelolaan. Kalau sebelumnya sudah perah terjadi penghapusan atau Roya, maka harus minta Surat Roya. Selain itu, minta juga Surat Lunas dari penjual agar Anda bisa dengan mudah balik nama di Kantor Pertanahan nantinya.

 

Proses Pembuatan AJB Setelah Semua Siap

Proses ini wajib dihadiri oleh pihak penjual dan pembeli. Kalau sudah berkeluarga, suami-istri masing-masing harus diikut-sertakan. Jangan mangkir dari ketentuan seperti ini karena semua demi kelancaran urusan Anda. Kalau salah satu pihak berhalangan, oleh pakai orang yang telah diberi kuasa secara tertulis. Kehadiran saksi juga menjadi syarat wajib pembuatan AJB. Minimal saksinya ada 2 orang.

 

Dalam proses tersebut, nantinya PPAT akan membacakan serta menjelaskan isian akta. Kalau penjual dan pembeli setuju dengan isinya, maka dilanjutkan dengan penandatangan oleh pembeli, penjual, saksi, dan pihak PPAT. Akta tersebut dibuat atas 2 lembar asli. Selembar disimpan oleh PPAT. Sedangkan satunya untuk Kantor Pertanahan.

 

Kenapa yang asli tidak disimpan di tempat penjual dan pembeli? Biar proses pengurusan balik nama kelak lebih mudah. Pihak penjual yang jual rumah di Medan dan Anda akan diberikan salinannya. Masing-masing satu lembar. Salinan tersebut bisa digunakan sewaktu-watu kalau dibutuhkan. Misalnya ketika terjadi perselisihan dari pihak ketiga.

 

Proses Balik Nama di Kantor Pertanahan

Proses balik nama setelah penyerahan AJB asli ke Kantor Pertanahan dilakukan paling lambat 7 hari kerja. Adapun berkas yang disyaratkan untuk balik nama adalah Surat Permohonan Balik Nama dengan tanda tangan pembeli, AJB dari PPAT, SHM, fotokopi KTP penjual & pembeli, dan bukti pelunasan biaya PPh dan BPHTB.

 

Dengan diserahkannya berkas tersebut, maka secara otomatis tanda bukti penerimaan akan diserahkan ke pembeli. Kemudian nama pemegang lama (penjual) akan dicoret. Di bawahnya diberi paraf dari Kepala Kantor Pertanahan Medan. Sertifikat tersebut bisa Anda ambil setelah 14 hari kerja di Kantor Pertanahan.

 

Sepintas proses pembuatan AJB dan balik nama terasa sulit, ya? Apalagi bagi mereka yang memang belum memiliki pengalaman dalam pembuatan AJB sebelumnya. Namun, kalau dikomunikasikan dengan pihak yang jual rumah di Medan pasti tidak sulit. Boleh juga memakai notaris kalau Anda memiiki urusan tertentu. Pastikan pilih notaris yang terpercaya agar prosesnya bisa berjalan dengan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *